Monday, June 9, 2014

Mie Goreng

 
Menu andalan nih kalo Hasna lagi susah makan. Meskipun anak satu ini picky banget urusan makanan, tapi kalo untuk mie, pasta dan sejenisnya hampir ga pernah Hasna ga doyan. Terutama masakan yang satu ini. Manis gurih bumbunya bikin nambah lagi nambah lagi. Bikinnya simpel dan gampang pula. Biasanya untuk pelengkapnya, saya bikin acar favorit ayah. Tapi karena keburu pada lapeeer..kali ini pake pelengkapnya cabe ijo sama tomat mini aja :P

Mie Goreng 
ala Mama Aisyah

Bahan
1 pak mie kuning, rebus sesuai keterangan di kemasan, tiriskan
1 bok coy (atau sawi)
1 buah wortel, potong korek api
1 butir telur
1 sdm saos tiram
kecap secukupnya
1 sdt garam
1 sdt gula
1/2 sdt merica
minyak goreng untuk menumis
air secukupnya

Bumbu halus
4 butir bawang merah
3 siung bawang putih
3 kemiri

Cara membuat:
1. Tumis bumbu halus hingga harum dan matang. Masukkan telur, orak arik sebentar. Tambahkam wortel, tumis sebentar. Tambahkan air, biarkan wortel agak lunak
2. Masukkan mie, saos tiram, kecap dan gula-garam-merica secukupnya. Aduk rata. Masak sebentar hingga bumbu meresap. Angkat dan sajikan


Selamat mencoba^^

Read More

Saturday, June 7, 2014

Moist Banana Cake (no mixer!)/ Bolu Pisang Moist Tanpa Mixer


Paling seneeeng kalo utak atik resep demi memanfaatkan bahan di dapur, eh jadinya enaak melebihi ekspektasi. Soalnya kadang bikin cake dengan ngikutin plek resep aja kadang ga jadi. Bantat lah..seretlah.. (yang hasilnya begini mah ga tampil di blog yah :P). Tapi yang jelas nggak sama yang satu ini. Cake satu ini lembuut, moist dan berasa banget manis legit pisangnya. Rasanya legit manis enakk dan suka bingiit ama teksturnya. Light, yet moist. Light karena mengunakan minyak instead of butter/mentega. Dan yang paling okeh dari resep ini adalah ga perlu nyuci mikser :D  Tinggal cemplang cemplung di satu baskom/wadah, aduk pake whisk, kelar! Ga punya whisk? Pake garpu juga ga masalah, karena kocoknya juga asal rata.. Biarkan bahan pengembang yang melakukan tugasnya ;)

penampakan remahnya..light dan moist..
Light & Moist Banana Cake 
inspired from Yammie's Noshery

Bahan:
130 gr tepung terigu
3/4 sdt baking soda
1/2 sdt baking powder
>> campur 3 bahan di atas, aduk rata
4 buah pisang yang sudah benar-benar matang
200 gr gula pasir (bisa dikurangi jadi 150gr klo ga suka terlalu manis)
2 butir telur
120 ml minyak sayur
1 sdt vanilla bubuk (bisa diganti cair)

Cara membuat:
Panaskan oven suhu 190 C. Olesi loyang kotak 30x15 cm dengan mentega/margarin dan alasi dengan kertas roti (opsional)
1. Lumatkan pisang dengan garpu. Sisihkan (gambar 1)

2. Kocok telur dan gula hingga rata dengan whisk atau garpu, ga perlu sampe mengembang (gambar 2) 
3. Masukkan minyak sayur, kocok lagi hingga rata (gambar 3)
4. Tambahkan campuran tepung dan vanilla, aduk hingga rata. Jangan lama-lama ya, kalau sudah terlihat rata hentikan mengaduk. (gambar 4)
5. Terakhir, tambahkan pisang yang sudah dilumatkan (gambar 5). Aduk hingga rata. 
6. Tuang ke loyang (gambar 6). Panggang selama 40-45 menit. Lakukan tes tusuk. Kalau tusuk gigi/lidi yang ditusukkan di tengah cake masih basah, tambah waktu pemanggangan 5-10 menit lagi.

Cake juga bisa dikukus, setelah 40-45 menit lakukan tes tusuk. Jika tusuk gigi keluar bersih atau dengan sedikiit remah lembab yang menempel, artinya cake sudah matang.

Dinginkan cake di atas rak kawat (diangin-angin) sebelum dipindahkan ke piring saji, supaya bagian bawah cake tidak lembek basah karena uap panas yang keluar dari bagian bawah cake. 

Pas saya manggang cake yang di foto ini, saya lupa ga tengok-tengok oven. Jadilah bagian atasnya agak legam karena manggangnya sampe 45 menitan. Untunglah ada gula bubuk, tinggal ditaburi  di atasnya, jadi ga keliatan legamnya deh. Hihihi...
Oiya..saya pernah juga bikin di cetakan muffin. Bisa jadi 12 cup dan dipanggang kurang lebih 20 menit. Itu juga saya taburi gula bubuk..karena legam juga atasnya. hihihi..legam takpapa yg penting enaaak



Selamat mencoba ^^
Read More

Friday, June 6, 2014

Sop Buntut

photographer amatiran..kelamaan njepret sampe keburu dingin dan lemak sop pun timbul ke permukaan :P :D
Sluuurp...! Siapa coba yang ga ngiler sama masakan satu ini. Nikmat, gurih, sedap, satisfying lah pokoknya. Tapi disaat bersamaan juga selain ngiler juga ngeriii. Karena sedapnya itu juga disumbang dari kolesterol yang tinggi. Hohoho.. Tapi buat sekali-sekali, bolehlah. Asal ga seminggu sekali yah :P Untuk menu acara makan-makan, ato buat dinikmati sendiri bersama keluarga di rumah. Nyam..nyamm..

Karena masakan ini very..very..very..sinful, it's better to be super delicious! Jadi supaya sebanding gituh dengan pengorbanan menelan kolesterol dengan pasrah :P Kalau tereman sekalian mau bikin sendiri di rumah, mari perhatikan dengan seksama resep berikut ini demi mencapai hasil yang seenak-enaknya. Hihihi..

Sop Buntut
sumber: Sajian Sedap

Bahan:
700 gr buntut sapi
3 liter air
200 gr wortel, potong bulat
200 gr kentang, potong kotak
1/2 sdt pala bubuk
3 cm kayumanis
3 butir cengkeh
2 1/2 sdm garam (atau sesuai selera)
1 sdt gula pasir (atau sesuai selera)
2 batang daun bawang, dipotong 1 cm
3 sdm minyak untuk menumis

Bumbu Halus:
6 butir bawang merah
5 siung bawang putih
1 sdt merica butiran

Pelengkap:
bawang goreng
tomat
sambal

Cara membuat:
1. Presto buntut sapi dalam air sampai empuk (saya presto +/- 45 menit). Saya tambahkan 1 sdm garam dan 2 cm jahe dikeprek saat dipresto. Tiriskan daging, ambil air kaldunya 2,5 liter. Didihkan lagi, tambahkan dagingnya
2. Tumis bumbu halus, pala, kayu manis dan cengkeh hingga harum. Masukkan ke rebusan kaldu. Tambahkan garam dan gula pasir
3. Masukkan wortel dan kentang, masak hingga matang. Tambahkan daun bawang, aduk sebentar kemudian matikan api.
Sajikan dengan pelengkapnya

Selamat mencoba ^^

Read More

Tuesday, May 27, 2014

Siomay Ikan & Batagor K*ngsley Wannabe

siomay ikan
Ceritanya pengen makan siomay + batagor seenak punya K*ngsley Bandung, tapi apa daya tangan tak (belum) mampu. Wkwkw.. Kalo buat orang rumah, yang gini aja udah enak. Laris maniss..karena memang jajanan ini favorit bersama.
Tapi menurut para tester, yang adalah tetangga kami yang juga orang indonesah di sini, kenyalnya udah 'dapet' tapi rasanya masih kurang gurih. Emmm.. apa mungkin kurang gula+garem? ato karena saya skip pemakaian MSG? Taktaulah, tapi masih penasaran. Mungkin laen kali mau coba resep lain lagi.. Yang adonannya pake santan ato saos tiram mungkin bisa jadi gurih ya, meski tanpa MSG. Bisa jadi juga daging ikannya yang kurang pas dijadikan siomay. Saya pakai ikan pangasius yang memang citarasanya agak hambar dan kurang gurih.
Tapi komposisi tepungnya untuk yang versi kali ini jelas akan disimpen dan jadi resep andalan. Soalnya kenyalnya ok. Dan meski udah dingin tetep empuk digigit padahal ga pake labu siam. Ternyata kuncinya adalah dengan penambahan tepung terigu ;)

Sambel kacangnya sendiri enak sih tapi kok rasanya kurang manteb. Tapi pas diangetin keesokannya (karena bikinnya banyak), saya coba encerin lagi sedikit dan kemudian ditambahin air asam jawa, wooww rasanya jadi maknyusss.. Sayang siomay dan batagornya udah abis ;( Tapi untungnya bumbu kacangnya bisa masuk freezer, bisa dipake kapan-kapan butuh. 

Siomay Ikan

Bahan:
600 gr campuran ikan (ikan pangasius + sediiikit daging ayam)
1 shallot (6 bawang merah), haluskan
4 bawang putih, haluskan
1 1/2 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
2 sdm gula pasir
1 1/2 sdm minyak wijen
3 butir telur, kocok lepas
250 gr tepung tapioka + terigu serbaguna (2:1)
kulit pangsit/wonton secukupnya
1 daun bawang, diiris tipis

Pelengkap:
3 kentang, dikukus, dikupas, belah 4
bbrp potong tahu, potong diagonal, keluarkan isinya

Cara membuat:
1. Campurkan ikan, bawang merah, bawang putih, gula, garam, merica, minyak wijen. Aduk hingga rata. Masukkan kocokan telur. Aduk kembali hingga rata. Masukkan daun bawang, aduk rata.
2. Masukkan campuran tepung. Aduk hingga rata.
3. Isikan ke dalam kulit pangsit, dan sebagian diisikan ke dalam tahu. Kukus selama 20 menit. Siap disajikan dengan bumbu kacang

Batagor

Bahan:
1 adonan siomay seperti di atas

Cara membuat:
Adonan diisikan ke dalam tahu (juga ke dalam kulit pangsit jika suka) kemudian digoreng di minyak panas dengan api sedang hingga kuning kecoklatan. Siap disajikan dengan bumbu kacang

Bumbu Kacang

Bahan:
500 gr kacang tanah kupas, goreng, giling halus
4 cabe merah besar, untuk hasil tidak terlalu pedas buat anak 6 tahun (bisa ditambahkan jika suka)
5 bawang putih, haluskan
2 lembar daun jeruk, sobek sobek
1 sdm garam
3 sdm gula pasir
1 sdm air jeruk nipis
tambahan: 1/2 sampai 3/4 sdt air asam jawa
1300 ml air

Cara membuat:
1. Tumis bawang putih dan cabe bersama daun jeruk hingga harum. Tambahkan air
2. Masukkan kacang. Aduk rata. Beri gula + garam, air jeruk nipis dan air asam jawa
3. Masak hingga berminyak. Cicipi, koreksi rasa. Angkat

Selamat mencoba
batagor k*ngsley wannabe



Read More

Saturday, May 24, 2014

Best Cocoa Brownies (tanpa DCC)


Sudah ga kehitung berapa kali saya bikin brownies ini (lebay :P). Untuk buah tangan, untuk dessert acara makan-makan, buat baking bareng, atau seperti kali ini, buat dinikmati sendiri bareng keluarga. Beneraaan deh ini brownies emang juara. Everyone loves it. Enaak & nyoklaat.. Teksturnya khas brownies panggang tapi moist dan soft karena menggunakan sour cream.. 
[update: ternyata, tanpa menggunakan sour cream brownies ini tetep moist dan enyaak..saya belakangan ini bikin selalu tanpa sour cream dan hasilnya tetep endeuss]
Resep andalan banget lah ini pokoknya. Sudah rasanya endang bambang gulindang, bikinnya pun gampang bin cepet. Cukup pake whisk dan ga pake dark cooking chocolate pulak. Tapi teteup, rasanya nyoklat bingiiit lho.. 
Dan yup, resep ini dengan sukses mengalahkan resep chewy brownies favorit saya sebelumnya. Karena jarang-jarang lhoo si ayah sampe doyan banget sama snack manis. Selain banana bread ini, ya baru brownies ini yang bisa menaklukkan si ayah. Deuhhh..bahasanya, hihihi..

Resep ini saya pernah posting sebelumnya, tapi belum saya translate. Kali ini saya kasih translatenya ya.. Resepnya sendiri saya adaptasi dari 2 sumber. Ingredient (bahan)nya dari Joy of Baking, sedangkan methodnya saya ngikut best Cocoa Browniesnya Technicolor Kitchen. Hooo..kok bisaa? Iyaa..ceritanya resep coba-coba eh kok malah dapet yang luar biasa. Setidaknya menurut saya. Hihihi...

Best Cocoa Brownies
inspired from Technicolor Kitchen & Joy of Baking (original recipe: Alice Medrich)

Bahan
140 gr mentega tawar
250 gr gula pasir
75 gr coklat bubuk (saya biasa pake Vanhouten)
1/4 sdt garam
1/2 sdt vanilla extract
2 telur ukuran besar (dari kulkas)
65 gr tepung terigu serbaguna
60 ml sour cream *(saya pake homemade**)
1/4 sdt baking powder (opsional)

*sour cream bisa saja diganti yoghurt atau bisa diskip saja (beberapa kali saya buat tanpa sour cream hasilnya tetep moist)
**homemade sour cream (60 ml) = 60 ml heavy cream + 1/4 sdm air perasan lemon/nipis, diamkan di ruangan hangat selama 1 jam. Setelah 1 jam aduk hingga mengental. Siap dipakai. Bisa disimpan di kulkas hingga seminggu

Cara membuat:
1. Panaskan oven pada suhu 160 C. Alasi dasar dan sisi-sisi loyang kotak 20x20cm dengan baking paper.
2. Panaskan mentega di dalam panci/baskom tahan panas yang diletakkan di atas air yang mendidih (seperti di-tim). Tambahkan gula dan garam. Aduk hingga rata. Tambahkan coklat bubuk, aduk hingga adonan mulus dan cukup panas hingga Anda akan cepat menarik jari Anda dari panci saat mencelupkan jari Anda ke adonan untuk mengetes.
3. Pindahkan panci/baskom dari atas kompor. Dinginkan hingga hangat
4. Masukkan vanilla. Tambahkan telur satu demi satu. Aduk rata tiap kali penambahan dengan spatula atau sendok kayu (saya:hand whisk). Teruskan aduk hingga adonan mulus, kental dan mengkilap. 
adonan yang sudah halus dan mengkilap, siap ditambahkan tepung

5. Masukkan tepung dan baking powder (jika pakai), aduk hingga rata.
6. Tambahkan sour cream (jika pakai), aduk hingga rata. Tuang dan ratakan di loyang, taburi atasnya dengan chocochips atau irisan almond jika suka. Panggang selama 30-35 menit
Lakukan tes tusuk. Jika tusuk gigi yang dimasukkan keluar dengan sedikiit lembab adonan artinya brownies sudah matang. Jangan tunggu tusuk gigi bersih ya, karena kalau tusuk giginya malah bersih, justru artinya browniesnya overbaked. Kering dan seret deh ntar..


Brownies ini bisa dipotong rapih pas masih anget. Ga perlu nunggu bener-bener dingin dulu. Yeay! Suka ga sabar soalnya. Anget2 juga enak lho
Tapi kalau mau lebih enak lagi, simpen dulu di kulkas. Kalo udah nginep rasanya jadi lebih nyoklat dan legit khas brownies panggang. Nah kalo saya sendiri biasanya ga langsung makan brownies dari kulkas. Saya taruh dulu di suhu ruang sampai kembali soft tapi masih dingin. Mmmh...ati-ati tar timbangan makin geser jarumnya ke kanan >.<


Read More

Friday, May 23, 2014

Tumis Buncis Bumbu Tauco


Sebenernya maluu euy mau posting masakan simpel begini. Tapi mo dibuang kok sayang, heheeu.. Yaah, sapatau bisa menginspirasi emak-emak di luar sana yang juga harus masak super simpel bin cepet, karena masaknya sambil ngemong bebe (baca: bayi) dan juga ga boleh telat jemput 2 krucil lainnya dari sekolah. Fiuhh..! Ehh..kok jadi curcol. Xixixi...
Meski simpel, tapi enak lho ini..Asin gurih dari tauco dengan sensasi pedas dari cabe iris. Trus buncisnya ga ditumis lama-lama biar masih ada sedikit kres-kres pas dikunyah. Mmm..enyaakk..
Tumis Buncis Bumbu Tauco

Bahan
300 gr buncis, potong2 3 cm
1 cabe hijau besar, iris serong
1 cabe kuning besar, iris serong
1 sdm tauco
1/2 shallot (2 bwg merah), iris tipis
1 bawang putih, iris tipis
garam+gula secukupnya

Cara membuat:
1. Tumis bawang merah + bawang putih hingga harum, masukkan tauco dan cabe. Aduk sebentar
2, Masukkan buncis, tumis sebentar. Tambahkan air dan gula+garam secukupnya. Teruskan memasak dengan wajan ditutup hingga bumbu meresap dan buncis matang. Cicipi dan koreksi rasanya. Angkat

Selamat mencoba!
Read More

Thursday, May 22, 2014

Macaroni Schotel


Beberapa hari ini makan cemilannya yang manis-manis terus.. Di rumah juga bikinnya kue lagi kue lagih. Sebelum ada yang protes, mari putar haluan ke resep-resep asin gurih duluu.. Kebetulan ada pasta macaroni yang udah lama nganggur di lemari, bisa nih diberdayakan buat cemilan. Whoott? pasta kok dibuat cemilan?? Maklumlah..kami keluarga pecinta karbo..sebutlah sumber-sumber karbo...beras, roti, pasta, kentang.. itu semua adalah fast moving stock di lemari dapur kami. Hihihi.. :P

Macaroninya saya mo bikin schotel. Sajian ini mirip dengan mac & cheese, hanya bedanya schotel bentuknya lebih padat dan bisa dipotong-potong rapih dengan pisau. Sedangkan mac & cheese lebih runny (baca: mblenyek), lebih gampang disendoki. Mac & cheese juga biasanya ga pake telur..
Schotel sendiri gatau asal-usulnya darimana, tapi schotel artinya pinggan. Macaroni schotel berarti makaroni yang dimasak di pinggan. Hihihi..ini penjabaran bebas ala saya ya. Gatau tepat ato ngga, yang jelas makanan ini populer di indonesah. Enak dihidangkan hangat-hangat, bareng secngkir teh manis ato segelas jus jeruk. Mmm..endeuss :P
Saya bikin pake resep yang saya adaptasi dari Sajian Sedap dan blog mba Ricke. Makasiiih ya mbak :)


Saya bikin dengan isian daging cincang aja plus keju dan wortel. Gini aja udah enaaak, apalagi klo ditambahin smoked beef ya..pasti rasa & aromanya makin manteb deh..

Macaroni Schotel
adapted from here

Bahan
200 gr pasta bentuk macaroni (bisa diganti spirelli), rebus dan tiriskan
150 gr daging giling
1 buah wortel ukuran kecil, diparut
1 shallot, iris tipis (lebih enak kalo pake bombay, tp lagi ga ada :(
2 bawang putih, cincang halus
2 sdm terigu
400 ml susu
150 gr campuran keju parut gouda + emmental (bisa diganti cheddar)
50 gr keju parut untuk taburan
beberapa iris keju mozzarela
1 1/2 sdt garam
1 sdt gula pasir
1/2 sdt merica
1/4 sdt pala bubuk
3 butir telur, kocok lepas
2 sdm margarin untuk menumis

Cara membuat:
1. Tumis shallot dan bawang putih hingga layu dan wangi. Masukkan daging giling, aduk-aduk hingga berubah warna. Masukkan wortel parut, tumis sebentar.
2. Masukkan tepung terigu, aduk rata. Masukkan susu sedikit demi sedikit sambil diaduk rata. Teruskan memasak sambil diaduk hingga mengental. Kecilkan api, masukkan keju, gula-garam, merica dan pala. Aduk rata dan cicipi. Matikan api
3. Masukkan kocokan telur sambil diaduk hingga rata
4. Tuangkan ke pinggan yang sudah dioles tipis mentega/margarin. Taburi keju parut di atasnya. Panggang di oven 180 C selama 35 menit.
Taburi keju mozzarela, panggang lagi sebentar hanya hingga mozzarella meleleh. Angkat

Tunggu 10-15 menit baru dipotong-potong

Dengan resep di atas, masih ada sisa adonan yang kemudian saya masak di 6 muffin cups yang dipanggang selama 25-30 menit
ini dia nih pecinta pasta yang ga sabar nunguin sesi pemotretan :D :D
Gampang kaan.. Selamat mencoba :)


Read More